Selasa, 08 Desember 2009

MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIYAH

Muharram merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan Allah. Firman Allah :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ.......

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram itulah (ketetapan) agama yang lurus..... (Q.S. At-Taubah [9] :36).

عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.( رواه البخاري : 2957 –صحيح البخاري - باب ماجاء سَبْع أَرَضِينَ – الجزء : 10 – صفحة : 470)

Dari Ibnu Abi Bakrah, dari Abu Bakrah, diterima dari Nabi saw bersabda :
Zaman itu beredar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada 12 bulan diantaranya terdapat 4 bulan yang dimuliakan adalah 3 bulan berturut-turut, yaitu Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar terdapat diantara bulan Jumada dan Sya’ban.
(HR. Bukhari : 2957, Shahih Bukhari, Bab maa jaa-a sab’u ardhiin, juz 10, hal.470)

Bulan Muharram disebut “syahrullah” (Bulan Allah) sebagaimana sabda Rasulullah :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم : 1982 – صحيح مسلم - بَاب فَضْلِ صَوْمِ الْمُحَرَّمِ – الجزء : 6 صفحة : 63)

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bula Allah, yaitu bulan Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam. (H.R. Muslim :1982, Shahih Muslim, Bab Fadhli shawm muharram, juz 6, hal.63)

Sesuatu yang dipersandingkan dengan lafaz Jalalah memiliki makna “tasyrif” (pemuliaan), sebagaimana istilah Baitullah, Rasulullah, Khalilullah dan sebagainya.

Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1431 H kita perlu melakukan beberapa hal yang sangat penting, antara lain :

1. Muhasabah

Muhasabah (koreksi diri) adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap muslim. Karena ada sebuah kepastian yang tidak dapat dihindari, dimanapun kita berada dan apapun setatus sosial kita, yaitu “mati”. Waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali, sementara kematian pasti akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat untuk meraih kebahagian jangka panjang yang abadi adalah “Taqwa” dalam arti yang seluas-luasnya. Untuk itulah Allah menyeru kita seperti tergambar dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS.Al-Hasyr [59] : 18)

2. Mengisi Sisa Umur

Alhamdulillah sampai saat ini kita masih diberi kesempatan hidup untuk mengisi sisa umur dengan meningkatkan kadar ketakwaan. Untuk hal tersebut, seberapa jauh kita sudah merespon maksud sabda Nabi berikut ini :

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَيُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ.(رواه الترمذي : 2252– سنن الترمذي - بَاب مَا جَاءَ فِي طُولِ الْعُمْرِ لِلْمُؤْمِنِ –الجزء : 8 – صفحة : 317)

Dari Abdirrahman bin Abi Bakrah, dari ayahnya, ada seorang laki-laki bertanya : Ya Rasulullah, manusia yang manakah yang paling baik? Rasulullah menjawab : (Manusia yang paling baik) adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Lalu laki-laki itu bertanya lagi, manusia yang manakah yang paling jelek? Rasulullah menjawab : (Manusia yang paling jelek) adalah orang yang panjang umurnya dan jelek amal perbuatannya. (HR. Titmidzi : 2252, Sunan Tirmidzi, Bab maa jaa-a fii thulil umri lilmu’min, juz 8, hal.317)

3. Berpuasa Sunnah

Pada hari Asyura’, yaitu tanggal 10 Muharam disunahkan berpuasa. Rasulullah saw bersabda :

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ كَفَّارَةُ سَنَةٍ.(رواه احمد : 21479 – مسند احمد - باب حَدِيث أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ – الجزء : 46 – صفحة : 20)

Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah saw ditanya tentang puasa hari ‘Arafah. Beliau menjawab : Puasa hari ‘Arafah adalah menghapuskan dosa selama dua tahun. Dan ditanya lagi tentang puasa hari ‘Asyura’. Beliau menjawab : Puasa hari ‘Asyura’ adalah menghapuskan dosa selama satu tahun. (HR.Ahmad 21479, Musnad Ahmad, Bab hadits Abi Qatadah Al-Anshaeri, juz 46, hal.20)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar