Kamis, 29 Oktober 2009

ISTI’ADZAH, BAMALAH DAN AWAL SURAH

Setiap hendak membaca Al-Qur’an terlebih dahulu berdo’a memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Do’a itu dikenal dengan istilah “Isti’adzah atau Ta’awwudz”, yang berbunyi :

اَعُوْذَ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”

Berdo’a memohon perlindungan Allah dari godaan setan ketika hendak membaca Al-Qur’an, berlandaskan firman Allah dalam kitab suci Al-Qur’an surat An-Nahl [16] ayat 98 yaitu :

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Maka apabila engkau membaca Al-Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”.

Setelah selesai berdo’a memohon perlindungan Allah dari godaan setan, dilanjutkan dengan membaca kalimat “Basmalah” sebagai pembukaan memulai membaca Al-Qur’an. Kalimat Basmalah tersebut adalah :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Memulai membaca Al-Qur’an dengan kalimat Basmalah berlandaskan hadis Nabi, yaitu :

كُلُّ اَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُبِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ اَقْطَعُ

“Setiap urusan yang penting yang tidak dimulai dengan membaca kalimat bismillaahir-rahmaanir-rahiim, maka terputuslah berkahnya”.

Berdasarkan ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi di atas itulah, setiap orang yang hendak membaca Al-Qur’an terlebih dahulu membaca Isti’adzah dan Basmalah. Akan tetapi, bila orang yang membaca Al-Qur’an itu sudah menyelesaikan satu surah, kemudian hendak membaca surah berikutnya, maka cukup membaca kalimat Basmalah yang terdapat pada awal surah berikutnya, yang berfungsi sebagai pembatas atau pemisah antara dua surah.

Cara membaca isti’adzah, basmalah dan ayat pada awal surah ada empat macam cara, yaitu :

1. قَطْعُ الْجَمِيْع

Qath’ul Jam’i, yaitu memutus semuanya. Caranya adalah membaca isti’adzah, berhenti ( = waqaf), lalu membaca basmalah, dan berhenti lagi ( = waqaf), kemudian membaca surah. Bacalah contoh berikut ini dengan benar :

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

2. قَطْعُ الأَوَّلِ وَوَصْلُ الثَّانِيْ بِالثَّالِثِ

Qath’ul Awwal Wa Washluts Tsani Bitstsalits, yaitu memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga. Caranya adalah membaca isti’adzah, berhenti ( = waqaf), lalu membaca basmalah disambung (__ = washal) dengan awal surah. Bacalah contoh berikut ini dengan benar :

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

3. وَصْلُ الأَوَّلِ بِالثَّانِيْ مَعَ الْوَقْفِ عَلَيْهِ وَقَطْعُ الثَّالِثِ

Washlul Awwal Bitstsani Ma’al Waqfi ‘Alaihi Wa Qath’utstsalits, yaitu menyambung yang pertama dengan yang kedua lalu berhenti, dan memutus yang ketiga. Caranya adalah membaca isti’adzah disambung ( __ = washal ) dengan basmalah, lalu berhenti( = waqaf ), kemudian membaca awal surah. Bacalah contoh berikut ini dengan benar :

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

4. وَصْلُ الْجَمِيْعِ

Washlul Jam’i, yaitu menyambung semuanya. Caranya adalah membaca isti’adzah disambung (__ = washal) dengan basmalah, disambung lagi (__ = washal) dengan awal surah. Bacalah contoh berikut ini dengan benar :

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الرَّجِيْمِ ___ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ___ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

MEMBACA BASMALAH DIANTARA DUA SURAH

Adapun cara membaca basmalah diantara dua surah, dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :

1.قَطْعُ الْجَمِيْعِ

Qath’ul Jam’i, yaitu memustu semuanya. Cara membacanya adalah membaca ayat pada akhir surah, berhenti ( = waqaf), lalu membaca basmalah, berhenti ( = waqaf), kemudian membaca ayat pada awal surah. Bacalah contoh berikut ini dengan benar :

وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

2. قَطْعُ الأَوَّلِ وَوَصْلُ الثَّانِيْ بِالثُّالِثِ

Qath’ul Awwal Wa Washlutstsani Bitstsalits, yaitu memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga. Cara membacanya adalah membaca ayat pada akhir surah, berhenti ( = waqaf), lalu membaca basmalah, disambung (__ = washal) dengan ayat pada awal surah. Bacalah contoh berikut ini dengan benar :

وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ 3. وَصْلُ الْجَمِيْعِ

Washlul jam’i, yaitu menyambung semuanya). Yaitu membaca ayat pada akhir surah, disambung (__ = washal) dengan basmalah, dan disambung (__ = washal) dengan awal surah. Bacalah contoh berikut ini dengan benar :

وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًااَحَدٌ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ __ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ __

Tidak dibolehkan membaca ayat pada akhir surah disambung (__ = washal) dengan basmalah langsung berhenti ( = waqaf). Hal ini dikhawatirkan ada sangkaan, bahwa basmalah adalah akhir surah. Cara membaca yang tidak dibolehkan adalah seperti contoh berikut :

وَلَمْ يَكُنْ لَّه كُفُوًا اَحَدٌ __ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar