Minggu, 04 Oktober 2009

HUKUM NUN MATI DAN TANWIN

اَحْكَامُ النُّوْنِ السَّاكِنَةِ وَالتَّنْوِيْنِ

Nun mati [ نْ ] dapat dibaca apabila di dahului huruf hidup, seperti : اَنْ ـ اِنْ ـ اُنْ (AN – IN – UN), sedang Tanwin (ــً ــٍ ــٌ ) dapat dibaca setelah masuk kepada huruf Hijaiyah, seperti : اً ـ اٍ ـ اٌ (AN – IN – UN). Nun mati dan Tanwin sebenarnya mempunyai bunyi atau suara yang sama, tetapi berbeda dalam tulisan. Cara membaca Nun mati dan Tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf Hijaiyah ada lima macam, yaitu :
IQLAB
Menurut bahasa “Iqlab” adalah menukarkan atau merubah. Maksudnya adalah merubah bunyi Nun mati atau Tanwin menjadi bunyi huruf “Mim mati” [ مْ ], apabila disambut oleh huruf BA’ .[ب] Dibaca dengan tempo dua sampai dua setengah harakat atau ketukan. Contoh Tanwin bertemu huruf Ba’ : سَمِـيْعٌ بَـصِيْرٌ dibaca سَمِـيْعُمْ بَـصِيْرٌ
Contoh Nun mati bertemu huruf Ba’ : مِنْ بَعْدُ dibaca مِـمْ بَعْدُ
IDHGAM BILA GHUNNAH
Menurut bahasa “Idgham Bila Ghunnah” adalah meleburkan atau memasukkan tanpa berdngung. Maksudnya adalah bunyi Nun mati atau Tanwin dilebur atau dimasukkan ke dalam huruf yang menyambutnya, tanpa berdengung, apabila bertemu dengan salah satu huruf Lam [ ل ] atau Ra’ [ ر ]. Dibaca dengan tempo satu harakat atau ketukan. Contoh Nun Mati bertemu dengan huruf Lam : مِنْ لَّدُنْهُ dibaca مِلَّدُنْهُ
Contoh Tanwin bertemu dengan huruf Lam : عَدُوٌّ لَكَ dibaca عَدُوُّ لَّكَ
Contoh Nun Mati bertemu dengan huruf Ra’ : مِنْ رَبِّكَ dibaca مِرَّبِّكَ
Contoh Tanwin tertemu dengan huruf Ra’ : غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ dibaca  
غَفُوْرُ رَّحِيْمٌ

IDHGAM BIGHUNNAH
Menurut bahasa “Idgham Bighunnah” adalah meleburkan atau memasukkan dengan berdengung. Maksudnya adalah bunyi Nun mati atau Tanwin dilebur atau dimasukkan ke dalam huruf yang menyambutnya, dengan suara berdengung, apabila bertemu dengan salah satu dari 4 huruf berikut, yaitu : Ya’ [ ي ], Nun [ ن ], Mim[ م ], Waw [ و ]. Dibaca dengan tempo dua sampai dua setengah harakat atau ketukan.

Contoh Nun Mati bertemu dengan huruf Ya’ : مَنْ يَقُوْلُ dibaca مَيَّقُوْلُ

Contoh Tanwin bertemu dengan huruf Ya’ : حِسَابًا يَسِيبْرًا dibaca حِسَابَيْ يَسِيْرًا
Contoh Nun Mati bertemu dengan huruf Nun : مِنْ نُطْفَةٍ dibaca مِنُّطْفَةٍ
Contoh Tanwin tertemu dengan huruf Nun : جَنَّةٍ نَعِيْمٍ dibaca جَنَّةِ نَّعِيْمٍ
Dan kiaskanlah contoh lainnya : عَذَابٌ مُهِيْنٌ - يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٍ - مِنْ مَلْجَاءٍ - مِنْ وَرَائِهِمْ - عَذَابُ مُّهِيْنٌ
Keterangan : Apabila Nun mati [ نْ ] dengan huruf Ya’ [ ي ] atau Waw [ و ] ada dalam satu kata, maka bunyi Nun mati [ نْ ] harus jelas tanpa berdengung sedikitpun, dengan tempo bacaan hanya satu harakat atau ketukan. Contoh :

قِنْــوَانٌ - بُنْــيَانٌ - صِنْــوَانٌ - دُنْـــيَا

IZHHAR
Menurut bahasa “Izhhar” adalah nampak, jelas dan terang. Maksudnya adalah bunyi Nun mati atau Tanwin jelas tanpa berdengung sedikitpun, apabila bertemu dengan salah satu enam huruf, yaitu : KHA [ خ ], GHAIN [ غ ], HA’[ ح ] , ‘AIN [ ع ], HAMZAH[ ء ] atau HA’[ هـ ]. Dibaca dengan tempo satu harakat atau ketukan.

Contoh Nun Mati bertemu dengan huruf Ha’ : يَنْحِتُوْنَ

Contoh Tanwin bertemu dengan huruf Ha’ : عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Dan kiaskanlah contoh lainnya : يَوْمٍ عَظِيْمٍ- اَنْعَمْتَ- عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ - يُنْغِضُوْنَ - مِنْ خَيْرٍ- قَوْمٌ خَصِمُوْنَ - عَذَابٌ اَلِيْمٌ - مَنْ اَمَنَ - جُرُفٍ هَارٍ - يَنْهَوْنَ
IKHFA’
Menurut bahasa “Ikhfa” adalah samar atau rahasia. Maksudnya adalah bunyi Nun mati atau Tanwin condong kepada makhraj huruf (tempat keluarnya bunyi huruf) yang menyambutnya, yaitu apabila bertemu dengan salah satu 15 huruf, yaitu : KAF [ ك ], QAF [ ق ], DHAD [ ص ], TA’ [ ت ], DAL [ د ], THA’ [ ط ], TSA [ ث ], DZAL [ ذ ], ZHA [ ظ ], ZAI [ ز ], SIN [ س ], SHAD [ ص ], FA’ [ ف ], SYIN [ ش ], atau JIM [ ج ]. Dibaca dengan tempo dua sampai dua setengah harakat/ketukan.
Contoh : اُنْـزِلَ - مَنْضُوْد - قَوْمًا ضَالِّيْنَ - مِنْ سُلاَلَةٍ - فَمَنْ تَابَ - صَعِيْدًا طَيِّبًا - مِنْ شَجَرَةٍ
Keterangan = Membaca Nun mati atau Tanwin dalam bacaan Ikhfa’, berbeda dengan bacaan dalam Iqlab, Idgham dan Izhhar. Sebab dalam bacaan Ikhfa’, bunyi Nun mati harus dibaca condong kepada makhraj huruf Ikhfa yang menyambutnya, sehingga seorang Qari’ Al-Qur’an harus memahami semua makhraj huruf ikhfa’ dengan baik, agar dapat membaca Nun mati atau Tanwin dalam bacaan Ikhfa’ dengan benar dalam teori dan praktek. Karena makhraj huruf Ikhfa’ itu berbeda, maka bunyi Nun mati atau Tanwinnya-pun akan berbeda sesuai perbedaan makhraj huruf Ikhfa’nya.
Cermati Untuk Huruf Kaf Dan Qaf
Nun mati atau Tanwin berbunyi condong ke makhraj huruf KAF yaitu condong ke “Sedikit dimuka pangkal lidah dengan langit-langit mulut”. Sehingga N berbunyi NG. Temponya adalah dua sampai dua setengah harakat/ketukan.Contoh:
مِـنْكُمْ عَـنْكُمْ فَاجِرًا كَفَّارًا عَنِ الْمُـنْكَرِ يَنْكُثُوْنَ
Nun mati atau Tanwin berbunyi condong ke makhraj huruf QAF yaitu condong ke “Pangkal lidah degan langit-langit mulut”. Sehingga N berbunyi NG. Temponya adalah dua sampai dua setengah harakat/ketukan. Contoh :
كُتُبٌ قَيِّمَةٌ مِنْ قُوَّةٍ يَنْقَلِبُوْنَ عَنْ قَوْلِهِمْ رِزْقًـا

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar