Jumat, 18 November 2011

Halangan Berjama’ah

Tuntutan mengerjakan shalat berjama’ah menjadi hilang karena adanya beberapa halangan, yaitu :

1. Karena adanya hujan yang menghalangi untuk datang ke tempat shalat berjama’ah. Hadits Nabi :

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَمُطِرْنَا فَقَالَ لِيُصَلِّ مَنْ شَاءَ مِنْكُمْ فِي رَحْلِهِ.(رواه مسلم : 1127 – صحيح مسلم– المكتبة الشاملة-بَاب الصَّلَاةِ فِي الرِّحَالِ فِي الْمَطَرِ- الجزء : 3- صفحة : 483)

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya], telah mengabarkan kepada kami [Abu Khaistamah] dari [Abuz Zubair] dari [Jabir], telah menceritakajn kepada kami [Ahmad bin Yunus], ia berkata : telah menceritakan kepada kami [Zuhair], telah menceritakan kepada kami [Abuz Zubair] dari [Jabir], ia berkata : Kami berangkat bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan, kemudian kami diguyur hujan, lalu beliau bersabda : Hendaknya kalian shalat di temapt tinggalnya masing-masing bagi siapa yang berkehendak. (HR.Muslim:1127, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Babush shalati firrihal filmathari, juz:3, hal. 483)

2. Karena adanya angin kencang atau sangat dingin. Hadits Nabi :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ أَذَّنَ بِالصَّلَاةِ فِي لَيْلَةٍ ذَاتِ بَرْدٍ وَرِيحٍ ثُمَّ قَالَ أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ الْمُؤَذِّنَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةٌ ذَاتُ بَرْدٍ وَمَطَرٍ يَقُولُ أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ.(رواه البخاري : 626– صحيح البخاري– المكتبة الشاملة- بَاب الرُّخْصَةِ فِي الْمَطَرِ وَالْعِلَّةِ أَنْ يُصَلِّيَ فِي رَحْلِهِ-الجزء :3- صفحة :61)

Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yusuf], ia berkata : telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Nafi’], bahwa Ibnu Umar pernah mengumandangkan adzan untuk shalat pada suatu hari yang dingin dan berangain. Kemudian ia berkata : Hendaklah kalian Shalat di tempat tinggal kalian. Ia melanjutkan perkataannya : Jika malam sangat dingin dan hujan, Rasulullah saw memerintahkan juru adzan untuk mengucapkan : Hendaklah kalian Shalat di tempat tinggal kalian.(HR.Bukhari : 626, Shahih Bukhari, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Babur rukhshah filmathar wal’illah an yushalliya fii rahlih, juz:3, hal. 61)

3. Karena takut atau sakit yang menghalangi untuk datang ke tempat shalat berjama’ah. Hadits Nabi :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ أَبِي جَنَابٍ عَنْ مَغْرَاءَ الْعَبْدِيِّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَمِعَ الْمُنَادِيَ فَلَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ اتِّبَاعِهِ عُذْرٌ - قَالُوا وَمَا الْعُذْرُ قَالَ خَوْفٌ أَوْ مَرَضٌ - لَمْ تُقْبَلْ مِنْهُ الصَّلَاةُ الَّتِي صَلَّى. (رواه ابو داود : 464- سنن ابو داود- المكتبة الشاملة-بَاب فِي التَّشْدِيدِ فِي تَرْكِ الْجَمَاعَةِ- الجزء :2 - صفحة : 155 )

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah], Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Abu Janab] dari [Maghra’ Al-‘Abdi] dari [‘Adi bin Tsabit] dari [Sa’id bin Jubair] dari [Ibnu ‘Abbas], ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yang mendengar panggilan juru adzan dan tidak ada alasan (uzur) yang menghalangi untuk mengikuti (shlat berjama’ah), maka tidak diterima shalat yang dia kerjakan. Sahabat bertanya : Apakah alasan (uzur itu)? Beliau menjawab : Takut atau sakit. (HR.Abu Daud : 474, Sunan Abu Daud, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab fii tasyid fii tarkil jama’ah, juz : 2, hal. 155)

4. Karena terdesak untuk buang air atau karena lapar/kaus, sedangkan makanan sudah terhidang. Hadits Nabi :

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي حَزْرَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُصَلَّى بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلَا وَهُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ.(رواه احمد : 23037– مسند احمد– المكتبة الشاملة– باب حديث السدة عائشة رضي الله عنها- الجزء : 49– صفحة : 193)

Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Abu Hazrah], ia berkata : telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Muhammad], ia berkata : Aku mendengar Aisyah berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : Tidak diperbolehkan shalat ketika santapan telah dihidangkan, dan tidak diperbolehkan pula mendirikan shalat dengan menahan kencing atau buang air besar. (HR. Ahmad : 23037, Musnad Ahmad, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab hadits Sayyidah Aisyah ra, juz :49, hal.193)

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وُضِعَ عَشَاءُ أَحَدِكُمْ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَابْدَءُوا بِالْعَشَاءِ وَلَا يَعْجَلْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهُ.(رواه البخاري : 633– صحيح البخاري– المكتبة الشاملة-بَاب إِذَا حَضَرَ الطَّعَامُ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ- الجزء : 3- صفحة : 70)

Telah menceritakan kepada kami [Ubaid bin Isma’il] dari [Abu Usamah] dari [Ubaidillah] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar], ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Apabila makanan malam kalian telah dihidangkan dan suara qamat telah dikumandangkan, maka mulailah dengan makan malam, dan jangan tergsa-gesa hingga makannya rampung. (HR.Bukhari : 233, Shahih Bukhari, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab idzaa hadlarath tha’aam wa uqiimatish shalaatu, juz: 3, hal. 70)

5. Karena baru selesai makan yang berbau tidak sedap. Hadits Nabi :

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو صَفْوَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَطَاءٌ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا زَعَمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ لِيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا.(رواه البخاري : 5032– صحيح البخاري– المكتبة الشاملة- بَاب مَا يُكْرَهُ مِنْ الثُّومِ وَالْبُقُولِ فِيهِ-الجزء : 17- صفحة : 91)

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdillah], telah menceritakan kepada kami [Abu Shafwan] yaitu [Abdullah bin Sa’id], telah meengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Ibnu Syihab] ia berkata : Telah menceritakan kepadaku [‘Atha’], bahwa [Jabir bin Abdillah ra.] meyakini dari Nabi saw, beliau bersabda : Barangsiapa yang makan bawang merah atau bawang putih, maka hendaklah ia menjauhi kami, atau beliau mengatakan : Hendaklah ia menjauhi tempat shalat kami. (HR.Bukhari : 5032, Shahih Bukhari, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Babu maa yukrahu min Atstsaum walbuqul fiih, juz: 17, hal. 91)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar