Sabtu, 18 April 2015

CARA PELAKSANAAN IBADAH UMRAH



Cara Pelaksanaan Ibadah Umrah
1.   Ihram
a.   Sebelum atau setelah tiba di miqat Makani, lalu mandi sekaligus wudhu, menyisir rambut, memakai wangi-wangian (asal tidak berlebihan), memotong kuku dan lain-lain. 
b.   Berpakaian ihram, bagi laki-laki dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit (satu helai untuk menutup badan bagian bawah dan satu helai lagi untuk menutup badan bagian atas/diselendangkan. Bagi wanita dengan menutup seluruh auratnya, kecuali muka dan telapak tangan. (a dan b  boleh diakukan sebelum sampai di miqat).
c.   Mengerjakan shalat sunat ihram dua rakaat di miqat. Kalau belum mengerjakan shalat wajib, kerjakanlah terlebih dahulu shalat wajib.
d.   Setelah selesai shalat sunat ihram dua rakaat, mulailah berihram dengan niat yang dilafazkan :
لَبَّيْكَ اللّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaikalloohumma ‘Umratan
Dilanjutkan dengan membaca kalimat talbiyah. Dan sejak dimulainya ihram tersebut, maka berlakulah semua larangan dalam ihram.
2.   Thawaf
a.    Setelah tiba di Makkah dan mungkin setelah istirahat secukupnya, masuklah ke Masjidil Haram dalam keadaan suci dari hadats dan najis serta berpakaian ihram.
b.    Memasuki Masjidil Haram sebaiknya melalui pintu Bani Syaibah (Babus salam) dengan membaca do’a :
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ - وَمِنْكَ السَّلاَمُ – وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ – فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ – تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Ya Allah, Engkau-lah pemlik segala keselamatan, dari-Mu-lah segala keselamatan berasal, kepada-Mu-lah bermuara segala keselamatan. Wahai Tuhan kami, hidupkanlah kami dalam kondisi dan suasana penuh keselamatan, keberkahan, segala ketinggian-Mu, berikanlah kepada kami, wahai Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia. Terus membaca do’a masuk masjid :
اَللّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Ya Allah, bukakanlah untukku segala pintu rahmat-Mu
c.    Ketika melihat Ka’bah ucapkanlah do’a sebagai berikut :
اَللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَ تَعْظِيْمًا وَ تَكْرِيْمًا وَ مَهَابَةً – وَ زِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَ كَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَ تَعْظِيْمًا وَ تَكْرِيْمًا وَ بِرًّا.
Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kehebatan pada Baitullah ini. Dan tambahkanlah pula kepada orang-orang yang memuliakan dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji dan berumrah padanya dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan. (Disebutkan oleh Imam Syafi’i)
d.    Sampai di dekat Ka’bah, lalu menghadap ke arah Hajar Aswad, kemudian mengangkat tangan sebelah kanan sambil membaca : “Bismillaahi Alloohu Akbar” (Istilam), lalu mengecup tangan tersebut. Dan kalau dekat dengan Hajar Aswad sambil mencium Hajar Aswad atau menyentuhnya dan mencium tangan.
e.    Kemudian menghadap kanan sehingga Ka’bah berada di sebelah kiri, dilanjutkan dengan mengelilingi Ka’bah 7 putaran yang dimulai dari garis yang sejajar dengan Hajar Aswad dan berakhir di tempat itu pula. Tiga putaran pertama (bagi laki-laki), dilakukan dengan lari-lari kecil (bila memungkinkan) dan empat putaran berikutnya dengan jalan bebas.
f.     Setiap sampai di rukun Yamani, kemudian beristilam atau isyarat dengan tangan sambil membaca : “Bismillaahi Alloohu Akbar”  tanpa dikecup.
g.    Di setiap perjalanan antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad membaca :
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
h.    Setelah selesai 7 putaran, dilanjutkan dengan melakukan shalat sunnat dua rakaat di belakang atau dekat Maqam Ibrahim.
i.      Setelah selesai shalat sunnat, lalu berdo’a dengan khusyu’, disertai dengan taubat yang penuh ikhlas.
3.   Sa’i
a.    Setelah thawaf, sebelum pergi ke bukit Shafa untuk mengerjakan ibadah Sa’i dianjurkan menuju ke Zam-zam untuk minum, membasuh muka dan lain-lain. Dan ketika naik ke bukit Shafa membaca :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْنِ الرَّحِيْمِ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَ رَسُوْلُهُ. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ.
Dengan nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang. Aku memulai dari apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syi’ar-syi’ar (tanda kebesaran Allah). Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ataupun ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya untuk melakukan sa’i pada keduanya (Shafa dan Marwah). Dan barangsiapa yang berbuat kebaikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan (hamba-Nya) dan Maha Mengetahui.
b.    Setelah sampai di bukit Shafa, kemudian menghadap ke arah Ka’bah sambil membaca takbir dan tahlil, yaitu :
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَ للهِ الْحَمْدُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ- لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَ يُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa,Yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memperkuat tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya. Tiada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak akan menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas dan menuruti agama-Nya walaupun orang-orang kafir benci.
c.    Kemudian berjalan menuju bukit Marwah, ketika sampai di pal Hijau, bagi pria mulailah berlari-lari kecil sampai Pal Hijau berikutnya, selanutnya berjalan biasa sampai di bukit Marwah. Dan di antara dua Pilar Hijau membaca do’a :
رَبِّ اغْفرِْ  وارْحَمْ  وَاعْفُ  وَتَكَرَّمْ  وَتَجَاوَزْ  عَمَّا تَعْلَمْ. إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لاَ أَعْلَمْ. إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الأَعَزَُّ الأَكْرَمُ.
Ya Allah ampunilah, sayangilah, ma’afkanlah, muliakanlah dan hapuskanlah segala kesalahan yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa saja yang aku tidak mengetahu. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Tinggi dan Maha Mulia.
Dan pada saat mendekati bukit Marwah membaca do’a :
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. (البقرة : 158)
Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syi’ar-syi’ar (tanda kebesaran Allah). Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ataupun ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya untuk melakukan sa’i pada keduanya (Shafa dan Marwah). Dan barangsiapa yang berbuat kebaikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan (hamba-Nya) dan Maha Mengetahui.
d.    Di bukit Marwah menghadap ke arah Ka’bah, kemudian membaca Takbir dan Tahlil sebagaimana dilakukan di bukit Shafa. (Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali putaran dan demikian pula sebaliknya, sehingga 7 kali putaran berakhir di bukit Marwah).
4.   Tahallul
Sesudah melaksanakan Sa’i, kemudian tahallul dengan memotong beberapa helai/lembar rambut atau mencukur habis (bagi pria). Dan dengan tahallul itu, maka selesailah ibadah umrah dan bebaslah dari larangan ihram. Kemudian untuk melaksanakan ibadah haji menunggu hari tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar