Jumat, 04 Januari 2013

JANGAN MEMINTA JABATAN

Larangan meminta jabatan, dan bahkan lebih baik meninggalkan jabatan  jika tidak mampu memegang amanah atau meninggalkan ambisi terhadap jabatan.

تِلكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجعَلُهَا لِلَّذِينَ لاَ يُرِيدُونَ عُلُوّاً في الأَرضِ وَلاَ فَسَاداً وَالعَاقِبَةُ لِلمُتَّقِين - القصص: 83

Negeri akhirat [1140] itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) [1141] itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS.Al-Qashash : 83)

[1140] Yang dimaksud kampung akhirat di sini ialah kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat.
[1141] Maksudnya: syurga

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ بْنِ فَارِسٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسْأَل الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ وَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ. (رواه البخاري : 6227- صحيح البخاري – المكتبة الشاملة - بَاب الْكَفَّارَةِ قَبْلَ الْحِنْثِ وَبَعْدَهُ – الجزء : 20 – صفحة : 440)
 Dari Abdurrahman bin Samurah, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : janganlah engkau meminta kepemimpinan (jabatan), sebab jika engkau diberi (jabatan) tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah). Namun jika engkau diberi jabatan karena meminta niscaya engkau akan ditelantarkan (tidak akan ditolong oleh Allah). Dan jika engkau bersumpah atas suatu sumpah, kemudian engkau melihat suatu yang lebih baik, maka lakukanlah yang lebih baik itu dan bayarlah kaffarat sumpahmu. (HR.Bukhari : 6227, Shahih Bukhari, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Kaffarah Qablal hintsi wa ba’dahuu, juz : 20, hal. 440)

 حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي أَبِي شُعَيْبُ بْنُ اللَّيْثِ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ ابْنِ حُجَيْرَةَ الْأَكْبَرِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي قَالَ فَضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيفٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةُ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا.(رواه مسلم : 3404 - صحيح مسلم – المكتبة الشاملة - بَاب كَرَاهَةِ الْإِمَارَةِ بِغَيْرِ ضَرُورَةٍ – الجزء : 9 – صفحة : 347)
Dari Abu Dzar, ia berkata : Aku bertanya : Wahai Rasulullah, Tidakkah engkau menjadikan aku sebagai pegawai (pejabat). Abu Dzar berkata : Kemudian beliau menepuk bahuku dengan tangannya seraya bersabda : Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanat. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut. (HR. Muslim : 3404, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, karahatil imaarati bighairi dharuuratin, juz : 9, hal. 347)

 حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتْ الْفَاطِمَةُ. (رواه البخاري : 6615 - صحيح البخاري – المكتبة الشاملة -بَاب مَا يُكْرَهُ مِنْ الْحِرْصِ عَلَى الْإِمَارَةِ – الجزء : 22– صفحة : 59)
Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw, beliau bersabda : Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan (jabatan), padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan. Ia adalah seenak-enak penyusuan dan segetir-getir penyapihan. (HR. Bukhari : 6615, Shahih Bukhari, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab maa yukrahu minal hirshi ‘alal imaarah, juz : 22, hal. 59)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar