Senin, 19 April 2010

DO’A MERANGKAI CINTA

Cinta adalah gejolak jiwa yang mampu merangsang seseoang merangkai cinta dan tali kasih dengan penuh gairah dan kemesraan. Cinta merupakan fitrah manusia yang tidak dapat dihindari, bahkan merupakan kebutuhan setiap insan. Secara fitrah, manusia telah dihiasi rasa cinta kepada lingkungannya, cinta kepada lawan jenis, cinta kepada anak dan cinta pula kepada harta yang dapat memenuhi kebutuhan hidup. Dalam Al-Qur’an diilustrasikan dengan indah :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS.Ali ‘Imran [3] : 14).

Sebagai hamba yang beriman, mencintai keluarga, kerabat, pangkat dan harta sebagai amanah Allah, tentu tidak akan pernah mengalahkan kecintaannya kepada yang membuat cinta, yaitu Allah. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an :

وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

Adapun orang-orang yang beriman lebih kuat kecintaannya kepada Allah”. (QS.Al-Baqarah [2] : 165)

Cinta pada hakikatnya merupakan energi yang mampu medorong seorang untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak sang kekasih. Tahan duduk berlama-lama membayangkan sang kekasih, sambil menunggu hingga datang sesuai janji. Begitu berdialog, bisa berlama-lama karena rindu yang tidak dapat dibendung, bahkan air mata-pun akan mengalir. Pada saat seperti itulah mulai dapat dirasakan nikmatnya mencintai sang kekasih yang berada di atas segala kasih yaitu Allah. Firman Allah :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Ali ‘Imran [3] : 31)

Cinta kepada Allah merupakan intisari dari semua ajaran yang ada dalam islam. Cinta kepada Allah yang menggelora dalam dada seorang hamba merupakan konsekuensi logis dari tumbuh suburnya iman. salah satu sarananya adalah do’a, karena ia merupakan sumsumnya ibadah. Rasulullah bersabda :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ. (رواه الترمذي)

Dari Anas bin Malik, dari Nabi saw, beliau bersabda : Do’a adalah sumsumnya ibadah. (HR.Tirmidzi)

Allah menyeru agar hamba-Nya menjalin komunikasi melalui do’a seperti rekaman firman-Nya dalam kitab suci Al-Qur’an :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".(QS. Al-Mu’min [40] : 60)

Untuk merangkai cinta, Rasulullah saw mengajarkan sebuah do’a yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi yang berasal dari Abu Darda’, yaitu do’a Nabi Daud :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي وَمِنْ الْمَاءِ الْبَارِدِ.(رواه الترمذي)

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu untuk tetap mencintai-Mu, dan mencinti orang yang mencintai-Mu, serta dapat menjalankan amal perbuatan yang bisa menyampaikan aku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, berkenanlah Engkau menjadikan cintaku kepada-Mu melebihi cintaku kepada diriku sendiri, keluargaku dan air yang sejuk.(HR.Tirmidzi)

Pada kesempatan yang berbeda Rasulullah saw pernah mengumandangkan sebuah do’a yang juga diriwayatkan oleh imam Tirmidzi yang berasal dari Abdullah bin Yazid Al-Khathmy Al-Anshary sebagai berikut :

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يَنْفَعُنِي حُبُّهُ عِنْدَكَ اللَّهُمَّ مَا رَزَقْتَنِي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ قُوَّةً لِي فِيمَا تُحِبُّ اللَّهُمَّ وَمَا زَوَيْتَ عَنِّي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ فَرَاغًا لِي فِيمَا تُحِبُّ (رواه الترمذي)

Ya Allah, berikanlah kepadaku kemampuan untuk tetap mencintai-Mu dan mencintai orang yang cintanya kepada-Mu itu memberikan manfaat kepadaku disisi-Mu. Ya Allah, apa yang telah Engkau berikan kepadaku berupa sesuatu yang aku cintai, jadikanlah ia sebagai kekuatan bagiku untuk menjalankan apa yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang telah Engkau jauhkan dariku berupa sesuatu yang aku cintai, jadikanlah ia bagiku sebagai peluang untuk menjalankan apa yang Engkau cintai. (HR.Tirmidzi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar