Sabtu, 05 Februari 2011

SHALAT SUNAT

Shalat sunat adalah shalat yang bila dikerjakan mendapatkan pahala dan bila tidak dikerjakan tidak berdosa. Adapun keutamaannya bagi yang menjalankannya adalah untuk menambal kekurangan yang mungkin terdapat dalam shalat fardhu, akan mendapatkan kebaikan-kebaikan, derajatnya akan diangkat dan dosanya diampuni. Hadits Nabi :
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَنَسِ بْنِ حَكِيمٍ الضَّبِّيِّ قَالَ خَافَ مِنْ زِيَادٍ أَوْ ابْنِ زِيَادٍ فَأَتَى الْمَدِينَةَ فَلَقِيَ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ فَنَسَبَنِي فَانْتَسَبْتُ لَهُ - فَقَالَ يَا فَتَى أَلَا أُحَدِّثُكَ حَدِيثًا؟ قَالَ : قُلْتُ "بَلَى، رَحِمَكَ اللَّهُ" - قَالَ يُونُسُ وَأَحْسَبُهُ ذَكَرَهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَاةُ - قَالَ : يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلَائِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ : انْظُرُوا فِي صَلَاةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا؟ فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ ثُمَّ تُؤْخَذُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ. (رواه ابو داود : 733 – سنن ابو داود – المكتبة الشاملة – بَاب قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ صَلَاةٍ لَا يُتِمُّهَا صَاحِبُهَا تُتَمُّ مِنْ تَطَوُّعِهِ - الجزء : 3- صفحة : 29)
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Al-Hasan] dari [Anas bin Hakim Adl-Dlabbi] dia berkata; "Dirinya pernah takut kepada Ziyad atau Ibnu Ziyad kemudian pergi ke Madinah, di sana ia bertemu dengan Abu Hurairah, katanya; dia menasabkan aku kepadanya dan aku pun menyatakan nasab kepadanya." [Abu Hurairah] berkata : "Wahai anak muda, maukah kamu kuceritakan suatu hadits?" Anas menjawan : kataku; "Ya, Semoga Allah Merahmati Anda." Yunus berkata; "Aku kira dia menyebutkan dari Nabi saw, beliau bersabda : Sesungguhnya yang pertama kali akan di hisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Beliau bersabda : Tuhan kami Allah Jalla wa 'Azza berfirman kepada Malaikat, dan Dia lebih mengetahui (amalan seseorang) : "Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang? Sekiranya sempurna, maka catatlah baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan, Allah berfirman : "Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman : Cukupkanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya. Selanjutnya semua amal manusia di hisab dengan cara demikian.(HR.Abu Daud : 733, Sunan Abu Daud, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Qaulun Nabi saw Kullu shalatin Laa yatimmuha Shahibuhaa Tutammu Min Tathawwu'ihi, Juz : 3, hal. 29)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ خُنَيْسٍ عَنْ لَيْثِ بْنِ أَبِي سُلَيْمٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْطَاةَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَذِنَ اللَّهُ لِعَبْدٍ فِي شَيْءٍ أَفْضَلَ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يُصَلِّيهِمَا وَإِنَّ الْبِرَّ لَيُذَرُّ عَلَى رَأْسِ الْعَبْدِ مَا دَامَ فِي صَلَاتِهِ.(رواه الترمذي : 2836 – سنن الترمذي – المكتبة الشاملة – بَاب مَا جَاءَ فِيمَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ الْقُرْآنِ مَالَهُ مِنْ الْأَجْرِ -الجزء : 10- صفحة : 154)
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Mani'] telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlr] telah menceritakan kepada kami [Bakr bin Khunais] dari [Laits bin Abu Sulaim] dari [Zaid bin Arthah] dari [Abu Umamah] ia berkata; Nabi saw bersabda : Allah tidak mengizinkan seorang hamba pun dalam suatu hal yang lebih baik dari shalat dua rakaat yang ia lakukan, sesungguhnya kebaikan itu dibiarkan di atas kepala hamba selama ia berada dalam shalatnya.(HR.Tirmidzi : 2836, Sunan Tirmidzi, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Maa Jaa-a Fiman Qara-a harfan Minal Qur'an maalahuu minal ajri, Juz : 10, hal. 154)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةَ وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ.(رواه ابن ماجه : 273 – سنن ابن ماجه– المكتبة الشاملة – بَاب الْمُحَافَظَةِ عَلَى الْوُضُوءِ - الجزء : 1 - صفحة : 326)
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Manshur] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Tsauban] ia berkata; Rasulullah saw bersabda : Beristiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat menghitungnya. Dan beramallah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu' kecuali orang mukmin.(HR.Ibnu Majah : 273, Sunan Ibnu Majah, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Al-Muhafadhah 'Alal-Wudhu', Juz : 1, hal. 326)
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ الْأَوْزَاعِيَّ قَالَ حَدَّثَنِي الْوَلِيدُ بْنُ هِشَامٍ الْمُعَيْطِيُّ حَدَّثَنِي مَعْدَانُ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيُّ قَالَ لَقِيتُ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ أَوْ قَالَ قُلْتُ بِأَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ - فَسَكَتَ ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَسَكَتَ ثُمَّ سَأَلْتُهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً.(رواه مسلم: 753– صحيح مسلم– المكتبة الشاملة - بَاب فَضْلِ السُّجُودِ وَالْحَثِّ عَلَيْهِ – الجزء : 3- صفحة : 39)
Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [al-Walid bin Muslim] dia berkata : Saya mendengar [Al-Auza'i] berkata, telah menceritakan kepadaku [Al-Walid bin Hisyam al-Mu'aithi] telah menceritakan kepadaku [Ma'dan bin Abi Thalhah al-Ya'mari] dia berkata : Aku bertemu [Tsauban], maula Rasulullah saw, lalu aku berkata : Kabarkanlah kepadaku dengan suatu amal yang jika kukerjakan niscaya Allah akan memasukkanku ke dalam surga disebabkan amal tersebut, -atau dia berkata, aku berkata : Dengan amalan yang paling disukai Allah-, lalu dia diam, kemudian aku bertanya kepadanya, lalu dia diam kemudian dia bertanya kepadanya yang ketiga kalinya.' Dia menjawab, 'Aku telah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah saw, maka beliau menjawab : Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah dengan suatu sujud melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan dosa darimu dengannya'. (HR.Muslim : 753, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Fadhlis Sujud Wal-Hatstsi 'Alaih, Juz : 3, hal. 39)
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى أَبُو صَالِحٍ حَدَّثَنَا هِقْلُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ الْأَوْزَاعِيَّ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ كَعْبٍ الْأَسْلَمِيُّ قَالَ كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ - فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ - قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ - قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ.(رواه اب مسلم: 754– صحيح مسلم– المكتبة الشاملة - بَاب فَضْلِ السُّجُودِ وَالْحَثِّ عَلَيْهِ – الجزء : 3- صفحة : 40)
Telah menceritakan kepada kami [Al-Hakam bin Musa Abu Shalih] telah menceritakan kepada kami [Hiql bin Ziyad] dia berkata, "Saya mendengar [al-Auza'i] berkata, telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abi Katsir] telah menceritakan kepadaku [Abu Salamah] telah menceritakan kepadaku [Rabi'ah bin Ka'ab Al-Aslami] dia berkata : Saya bermalam bersama Rasulullah saw, lalu aku membawakan air wudhu'nya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku : Mintalah kepadaku. Maka aku berkata : Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga – Beliau bersabda : Atau selain itu. Aku menjawab : Itulah dia. Maka beliau menjawab : Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud. (HR.Muslim : 754, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Fadhlis Sujud Wal-Hatstsi 'Alaih,Juz : 3, hal. 40)
SHALAT SUANT LEBIH UTAMA DILAKUKAN DI RUMAH
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهِ فِي مَسْجِدِي هَذَا إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ.(رواه ابو داود : 880– سنن ابو داود – المكتبة الشاملة –بَاب صَلَاةِ الرَّجُلِ التَّطَوُّعَ فِي بَيْتِهِ- الجزء : 3- صفحة : 233)
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Shalih] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Sulaiman bin Bilal] dari [Ibrahim bin Abu An Nadlr] dari [ayahnya] dari [Busr bin Sa'id] dari [Zaid bin Tsabit] bahwa Rasulullah saw bersabda: Shalat seseorang di rumahnya itu lebih utama daripada shalatnya dia di masjidku ini, kecuali shalat fardlu. (HR.Abu Daud : 880, Sunan Abu Daud, Al-Maktabah Asy-Syamilah,Bab Shalaatir Rajul At-Tathawwu' fii Baitih, Juz : 3, hal. 29)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ عَمْرٍو الْبَجَلِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ الْقَوْمِ الَّذِينَ سَأَلُوا عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ فَقَالُوا لَهُ إِنَّمَا أَتَيْنَاكَ نَسْأَلُكَ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ صَلَاةِ الرَّجُلِ فِي بَيْتِهِ تَطَوُّعًا وَعَنْ الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ وَعَنْ الرَّجُلِ مَا يَصْلُحُ لَهُ مِنْ امْرَأَتِهِ إِذَا كَانَتْ حَائِضًا - فَقَالَ أَسُحَّارٌ أَنْتُمْ لَقَدْ سَأَلْتُمُونِي عَنْ شَيْءٍ مَا سَأَلَنِي عَنْهُ أَحَدٌ مُنْذُ سَأَلْتُ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالَ صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي بَيْتِهِ تَطَوُّعًا نُورٌ فَمَنْ شَاءَ نَوَّرَ بَيْتَهُ وَقَالَ فِي الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ يَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يُفِيضُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثًا وَقَالَ فِي الْحَائِضِ لَهُ مَا فَوْقَ الْإِزَارِ.(رواه احمد : 82- مسند احمد – المكتبة الشاملة-بَاب أَوَّل مُسْنَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- الجزء : 1- صفحة : 86)
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far], telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata : Aku mendengar ['Ashim Bin 'Amru Al Bajali] bercerita dari [seorang lelaki] di antara sekelompok kaum yang bertanya kepada [Umar Bin Al Khaththab], mereka berkata kepadanya : Kami datang kepadamu hanya untuk menanyakan kepadamu tentang tiga hal, yaitu tentang shalat sunnahnya seorang lelaki di rumah, tentang mandi dari junub dan tentang apa yang diperbolehkan bagi laki-laki dari istrinya yang sedang haid. Maka Umar menjawab : Apakah kalian tukang sihir, kalian telah menanyakan kepadaku sesuatu yang tidak pernah ditanyakan oleh seorangpun sejak aku menanyakannya kepada Rasulullah saw? Maka Umar berkata : Shalat sunnahnya seorang lelaki di rumahnya adalah cahaya, maka barang siapa yang berkehendak, terangilah rumahnya. Dan dia menerangkan tentang mandi dari junub : Hendaknya mencuci kemaluannya kemudian berwudlu' kemudian menyiram ke kepalanya sebanyak tiga kali- dan dia menerangkan tentang istri yang sedang haid : Baginya adalah apa yang ada di atas kain.(HR.Ahmad : 82, Musnad Ahmad, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Awwal Musnad Umar bin Khthab ra, Juz : 1, hal. 86)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلَاتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلَاتِهِ خَيْرًا.(رواه مسلم: 1298– صحيح مسلم– المكتبة الشاملة-بَاب اسْتِحْبَابِ صَلَاةِ النَّافِلَةِ فِي بَيْتِهِ وَجَوَازِهَا فِي الْمَسْجِدِ – الجزء : 4- صفحة : 180)
Dan Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Abu Kuraib] keduanya berkata : Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] ia berkata : Rasulullah saw, bersabda : Jika salah seorang dari kalian telah menunaikan shalat di Masjidnya, hendaknya ia menyisakan sebagian shalatnya untuk (dikerjakan) di rumahnya, karena dari shalatnya itu, Allah akan menjadikan kebaikan di dalam rumahnya. (HR.Muslim :1298, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Istihbaabi Shalatin Nafika fii baitih wa jawaazihi fil-Masjid, Juz : 4, hal. 180)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْعَلُوا مِنْ صَلَاتِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا.(رواه مسلم: 1296– صحيح مسلم– المكتبة الشاملة-بَاب اسْتِحْبَابِ صَلَاةِ النَّافِلَةِ فِي بَيْتِهِ وَجَوَازِهَا فِي الْمَسْجِدِ – الجزء : 4- صفحة : 178)
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] ia berkata, telah mengabarkan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi saw, bersabda: Jadikanlah sebagian shalat kalian (dilakukan) di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikannya sebagai kuburan. (HR.Muslim :1296, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Istihbaabi Shalatin Nafika fii baitih wa jawaazihi fil-Masjid, Juz : 4, hal. 178)
SHALAT SUNAT LEBIH UTAMA LAMA BERDIRI
حَدَّثَنَا ابْنُ حَنْبَلٍ يَعْنِي أَحْمَدَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عُثْمَانُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَلِيٍّ الْأَزْدِيِّ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ الْخَثْعَمِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ طُولُ الْقِيَامِ. (رواه ابو داود : 1129– سنن ابو داود – المكتبة الشاملة – بَاب افْتِتَاحِ صَلَاةِ اللَّيْلِ بِرَكْعَتَيْنِ- الجزء : 4- صفحة :94)
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Hanbal yaitu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dia berkata; [Ibnu Juraij] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Utsman bin Abu Sulaiman] dari [Ali Al Azdi] dari ['Ubaid bin 'Umair] dari [Abdullah bin Habsyi Al Khasy'ami] bahwa Rasulullah saw pernah di Tanya : Amalan apakah yang paling utama? beliau menjawab : Lama berdiri (dalam shalat). (HR.Abu Daud :1129, Sunan Abu Daud, Al-Maktabah Asy-Syamilah,Bab Iftitah Shalati-Laik Birak'atain, Juz : 4, hal. 94)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى حَتَّى انْتَفَخَتْ قَدَمَاهُ فَقِيلَ لَهُ أَتَكَلَّفُ هَذَا وَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا.(رواه مسلم: 5044– صحيح مسلم– المكتبة الشاملة-بَاب إِكْثَارِ الْأَعْمَالِ وَالِاجْتِهَادِ فِي الْعِبَادَةِ – الجزء : 13- صفحة :440)
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Ziyad bin Ilaqah] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] Nabi saw mengerjakan shalat hingga kedua kaki beliau bengkak. Dikatakan pada beliau: Mengapa Tuan memaksakan ini padahal Allah telah mengampuni dosa yang terlalu dan yang dikemudian. Beliau menyahut : Apakah aku tidak sepantasnya menjadi hamba yang bersyukur? (HR.Muslim : 5044, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Iktsaril A'mal Wal-Ijtihad Fil-'Ibadah, Juz : 13, hal. 440)
SHALAT SUNAT BOLEH DILAKUKAN DENGAN DUDUK
Shalat sunat boleh dilakukan dengan duduk walaupun sanggup berdiri. Bahkan boleh pula dengan cara sebagian duduk dan sebagian lagi berdiri, baik berdiri terlebih dahulu atau belakangan. Hadits Nabi :
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ وَأَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي جَالِسًا فَيَقْرَأُ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا بَقِيَ مِنْ قِرَاءَتِهِ قَدْرُ مَا يَكُونُ ثَلَاثِينَ أَوْ أَرْبَعِينَ آيَةً قَامَ فَقَرَأَ وَهُوَ قَائِمٌ ثُمَّ رَكَعَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ يَفْعَلُ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ ذَلِكَ. (رواه مسلم: 1206– صحيح مسلم– المكتبة الشاملة-بَاب جَوَازِ النَّافِلَةِ قَائِمًا وَقَاعِدًا– الجزء : 4- صفحة :75)
Dan telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya], katanya; aku menyetorkan hapalan kepada [Malik] dari [Abdullah bin Yazid] dan [Abu Nadlr] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari ['Aisyah], bahwa Rasulullah saw pernah shalat dengan duduk, lalu beliau membaca dengan duduk, jika bacaan beliau tinggal sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat, beliau berdiri sambil membaca dengan berdiri, kemudian beliau ruku' lalu sujud, beliau juga melakukan yang demikian pada rakaat ketiga. (HR.Muslim : 1206, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Jawaz Nafilah Qaiman awa'idan, Juz : 4, hal. 75)
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَهَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عُثْمَانُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَمُتْ حَتَّى كَانَ كَثِيرٌ مِنْ صَلَاتِهِ وَهُوَ جَالِسٌ. (رواه مسلم: 1210– صحيح مسلم– المكتبة الشاملة-بَاب جَوَازِ النَّافِلَةِ قَائِمًا وَقَاعِدًا– الجزء : 4- صفحة : 79)
Dan telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] dan [Harun bin Abdullah], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Muhammad] katanya; [Ibn Juraij] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Utsman bin Abu Sulaiman], bahwa [Abu Salamah bin Abdurrahman] mengabarinya, bahwa ['Aisyah] pernah mengabarinya, bahwa Nabi saw tidak meninggal, hingga sekian banyak shalatnya beliau lakukan dengan duduk. (HR.Muslim : 1210, Shahih Muslim, Al-Maktabah Asy-Syamilah, Bab Jawaz Nafilah Qaiman awa'idan, Juz : 4, hal. 79)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar