Sabtu, 23 Oktober 2010

SURAT AL-BAQARAH AYAT 23 - 27


وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (23)

23. Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami turunkan kepada hamba Kami, buatlah[1] satu surat (saja) yang semisal Al-Quran itu dan ajaklah saksi-saksimu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

(Dan jika kamu dalam keraguan) atau bimbang (tentang apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami), maksudnya adalah tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada Muhammad, bahwa itu benar-benar dari Allah, (maka buatlah satu surah yang semisal Al-Quran itu), yaitu surah lain yang sebanding dengan surah yang diwahyukan itu. (Dan ajaklah saksi-saksimu) maksudnya adalah tuhan-tuhanmu yang kamu sembah (selain dari Allah) untuk menjadi penolong-penolongmu, (jika kamu orang-orang yang benar) bahwa Al-Quran itu hanyalah buatan dan ucapan Muhammad belaka, maka cobalah lakukan demikian, bukankah kamu orang-orang yang berlidah fasih seperti Muhammad pula?

"Min mitslihi" (مِنْ مِثْلِهِ) "Min" dalam ayat ini mempunyai arti "keterangan" (Bayan) sehingga artinya ialah "yang sebanding/serupa dengannya", baik dilihat dari kedalaman makna (Ilmu Balaghah), keindahan susunan kata dan pemberitaan tentang hal-hal yang gaib.

Yang dimaksud dengan "surah" ialah bagian dari Al-Quran yang mempunyai permulaan dan akhir yang sekurang-kurangnya terdiri dari tiga ayat.

Dan setelah mereka benar-benar tidak mampu memenuhi permintaan Allah untuk membuat satu surah yang sebanding/serupa dengan surah yang terdapat dalam Al-Quran, maka Allah swt berfirman :

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ (24)

24. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

(Maka jika kamu tidak dapat membuat) apa yang disebutkan dalam ayat sebelumnya, karena lemah dan ketidakmampuanmu (dan kamu pasti tidak akan dapat membuat) yang demikian itu untuk selama-lamanya karena terhalang oleh kemukjizatan Al-Quran, (maka peliharalah dirimu dari neraka) dengan cara beriman kepada Allah dan meyakini bahwa Al-Quran itu bukanlah ucapan manusia. (yang bahan bakarnya manusia), yaitu orang-orang kafir (dan batu), seperti berhala-berhala mereka. Maksudnya api neraka itu amat panas dan bertambah menyala dengan bahan bakar manusia dan batu, tidak seperti api di dunia yang hanya dapat dinyalakan dengan kayu bakar atau yang lainnya (yang disediakan bagi orang-orang kafir) yaitu sebagai alat untuk menyiksa mereka.

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (25)

25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada Kami dahulu." Dan mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya[2].

(Dan sampaikanlah berita gembira) kabarkanlah (kepada orang-orang yang beriman) yang membenarkan Allah (dan berbuat baik), berupa amal perbuatan yang fardu-fardu dan yang sunah-sunah, (bahwa bagi mereka disediakan surga-surga), yaitu taman-taman yang ada pepohonan dan tempat-tempat tinggal (yang mengalir di bawahnya) maksudnya di bawah pepohonan dan istana-istananya itu memgalir (sungai-sungai) yaitu air yang berada di sungai-sungai itu. Sungai ialah galian tempat mengalirnya air, sebab airlah yang telah menggali temapt itu. Dan menyandarkan kata "mengalir" kepada "sungai" adalah makna "majaz" atau simbolisme. (Setiap mereka diberi rezeki dalam surga-surga itu) maksudnya diberi makanan (berupa buah-buahan, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah) maksudnya adalah seperti inilah yang pernah (diberikan kepada kami duhulu"), yakni sebelum masuk surga, karena buah-buahan itu seperti itu pula cirinya masing-masing, hampir serupa. (dan mereka diberi), yaitu disuguhi rezeki itu (dalam keadaan serupa), yakni serupa warnanya tetapi berbeda rasanya, (dan diberi istri-istri) berupa wanita-wanita cantik dan lainnya, (yang suci) maksudnya adalah suci dari haid dan dari kotoran lainnya, (dan mereka kekal di dalamnya) untuk selama-lamanya, hingga mereka tidak pernah fana dan tidak pula dikeluarkan dari dalamnya.

Ayat berikut ini diturunkan untuk menolak perkataan orang-orang Yahudi : "Apa maksud Allah menyebutkan barang-barang hina ini", yaitu ketika Allah membuat perumpamaan dengan lalat seperti dalam firman-Nya, "...dan sekiranya lalat mengambil sesuatu dari mereka", dan di dalam surat Al-'Ankabut dalam firman-Nya, "Tak ubahnya seperti laba-laba," :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَأَمَّا الَّذِينَ آَمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ (26)

26. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih atas dari itu[3]. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[4], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

(Sesungguhnya Allah tiada segan membuat) menjadikan (perumpamaan berupa nyamuk) yakni serangga kecil, (atau yang lebih atas dari itu) artinya yang lebih besar dari itu. Maksudnya adalah Allah tidak hendak mengabaikan hal-hal tersebut, karena mengandung hukum yang perlu diterangkan. (Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar) tepat, cocok dengan situasinya dan benar-benar berasal (dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?") Sebagai jawaban terhadap mereka Allah berfirman : (Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah), maksudnya dengan perumpamaan ini, banyak manusia berpaling dari kebenaran disebabkan kekafiran mereka terhadapnya, (dan dengan perumpamaan itu, banyak pula orang yang diberi-Nya petunjuk), yaitu dari golongan orang-orang beriman disebabkan mereka membenarkan dan mempercayainya (Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik), yakni orang-orang yang menyimpang dan tidak mau mentaati-Nya.

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (27)

27. (orang-orang fasik yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi, mereka itulah orang-orang yang rugi.

(Orang-orang yang melanggar perjanjian Allah) melanggar kewajiban yang ditugaskan Allah kepada mereka dalam Kitab-Kitab Suci berupa keimanan kepada Nabi Muhammad saw. (setelah teguhnya) setelah kokohnya perjanjian itu, (dan memutus apa yang diperintahkan Allah dengannya untuk dihubungkan), yakni putusnya iman dan silaturahmi dengan Nabi saw serta lain-lainnya. (dan membuat kerusakan di muka bumi) dengan melakukan maksiat serta menyimpang dari keimanan (merek itulah) yang mempunyai sifat seperti yang dilukiskan, yaitu (orang-orang yang rugi) karena mereka dimasukkan ke dalam neraka untuk selama-lamanya.



[1] .Ayat ini merupakan tantangan bagi orang-orang yang meragukan kebenaran Al-Quran, ia tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa karena ia merupakan mukjizat Nabi Muhammad saw.

[2]. Kenikmatan di surga itu adalah kenikmatan yang serba lengkap, baik jasmani maupun rohani.

[3]. Diwaktu turunnya surat Al Hajj ayat 73 yang di dalamnya Tuhan menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, Sekalipun mereka kerjakan bersama-sama, dan turunnya surat Al Ankabuut ayat 41 yang di dalamnya Tuhan menggambarkan Kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

[4]. Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat.


Rabu, 20 Oktober 2010

بابُ العَطفِ

Bab 'Athaf (Kata sambung)

حروف العطف عشرة وهي:

Huruf 'Atgaf ada 10 seperti dalam kolom berikut. Kata yang terdapat sesudah huruf 'athaf (Ma'thuf) selalu ikut kepada yang sebelumnya (Ma'thuf 'alaih) dalam semua I'rabnya, rafa', nashab, hafadh dan jazamnya.

الأرقام

حروف العطف

الفــوائــد

الأمثـــــلة

1

الواو

لمطلق الجمع

أتت الأمُ وابنتُها وأختُها

2

الفاء

للترتيب مع التعقيب

خرج الطبيبُ فالْمريضُ

3

ثُّم

للترتيب مع التراخي

جاء خالدٌ ثم فريدٌ

4

أَو

للشك أو التخيير

أكل الطعامَ الأبُ أو الابنُ

5

أَم

لطلب التعيين

أفتح البابَ الأخُ أم الأختُ؟

6

اِمَّا

للتقسيم والتخيير

فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً (محمد:4)

Maka apakah dibebaskan atau ditebus

7

بَل

لإبطال المعنى الذي قبلها

جاء الأستاذ بل المدير

8

لا

للنفي

اشتريت الخبز لا اللبنة

9

لكن

للاستدراك

ما قام خالد لكن حامد

10

حتى

للغاية

قدم التلاميذ حتى الأستاذ

Selasa, 19 Oktober 2010

MENDAMAIKAN ANTARA MANUSIA

Mendamaikan antara manusia

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمً

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS.An Nisa' : 114)

.....وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ...

…dan perdamaian itu lebih baik…. (QS.An-Nisaa' : 128)

....فَاتَّقُوا الله وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ.....

….maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu..(QS.Al-Anfal : 1)

إنَّمَا المُؤْمِنُونَ إخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أخْوَيْكُمْ....

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu…. (QS.Al-Hujurat : 10)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ، يَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَيُعِينُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ-متفقٌ عليه.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Mendamaikan (menyelesaikan masalah) dengan cara yang adil antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah. (HR. Bukhari dan Muslim)

عَنْ أُمّ كُلْثُومٍ بِنْت عُقْبَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ فَيَنْمِي خَيْرًا أَوْ يَقُولُ خَيْرًا-متفقٌ عليه.

Dari Ummu Kultsum binti Uqbah, ia mengabarkan sebuah hadis, bahwasanya ia telah mendengar Rasulullah saw bersabda : Bukanlah pendusta orang yang mendamaikan antara manusia (yang bertikai), lalu ia menyampaikan berita yang baik atau mengatakan sesuatu yang baik. (HR. Bukhari dan Muslim)

عَن عَائِشَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَوْتَ خُصُومٍ بِالْبَابِ عَالِيَةٍ أَصْوَاتُهُمَا وَإِذَا أَحَدُهُمَا يَسْتَوْضِعُ الْآخَرَ وَيَسْتَرْفِقُهُ فِي شَيْءٍ وَهُوَ يَقُولُ وَاللَّهِ لَا أَفْعَلُ فَخَرَجَ عَلَيْهِمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيْنَ الْمُتَأَلِّي عَلَى اللَّهِ لَا يَفْعَلُ الْمَعْرُوفَ فَقَالَ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَهُ أَيُّ ذَلِكَ أَحَبَّ-متفقٌ عليه.

Dari 'Aisyah ra, ia berkata : Rasulullah saw mendengar suara pertengkaran di balik pintu dan suara mereka sangat keras. Tiba-tiba salah seorang dari mereka itu meminta kepada yang lainnya agar sebahagian hutangnya dihapuskan dan ia meminta belas kasihannya. Sedangkan yang lainnya itu menjawab : Demi Allah aku tidak akan melakukannya. Akhirnya Rasulullah saw-pun keluar dan menemui keduanya seraya bersabda : Dimana (siapakah) tadi orang yang bersumpah atas nama Allah untuk tidak melakukan kebaikan itu? Lalu orang itu menjawab : Aku wahai Rasulullah. Baginya (bagi yang berhutang) boleh dia melakukan apa yang dia suka.(HR. Bukhari dan Muslim)

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلَغَهُ أَنَّ بَنِي عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ كَانَ بَيْنَهُمْ شَيْءٌ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْلِحُ بَيْنَهُمْ فِي أُنَاسٍ مَعَهُ فَحُبِسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَانَت الصَّلَاةُ فَجَاءَ بِلَالٌ إِلَى أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ حُبِسَ وَقَدْ حَانَتْ الصَّلَاةُ فَهَلْ لَكَ أَنْ تَؤُمَّ النَّاسَ قَالَ نَعَمْ إِنْ شِئْتَ فَأَقَامَ بِلَالٌ وَتَقَدَّمَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَكَبَّرَ لِلنَّاسِ وَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْشِي فِي الصُّفُوفِ حَتَّى قَامَ فِي الصَّفِّ فَأَخَذَ النَّاسُ فِي التَّصْفِيقِ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَا يَلْتَفِتُ فِي صَلَاتِهِ فَلَمَّا أَكْثَرَ النَّاسُ الْتَفَتَ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَشَارَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُهُ أَنْ يُصَلِّيَ فَرَفَعَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَدَيْهِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَرَجَعَ الْقَهْقَرَى وَرَاءَهُ حَتَّى قَامَ فِي الصَّفِّ فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى لِلنَّاسِ فَلَمَّا فَرَغَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ مَا لَكُمْ حِينَ نَابَكُمْ شَيْءٌ فِي الصَّلَاةِ أَخَذْتُمْ فِي التَّصْفِيقِ إِنَّمَا التَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَقُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ حِينَ يَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ إِلَّا الْتَفَتَ يَا أَبَا بَكْرٍ مَا مَنَعَكَ أَنْ تُصَلِّيَ لِلنَّاسِ حِينَ أَشَرْتُ إِلَيْكَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ مَا كَانَ يَنْبَغِي لِابْنِ أَبِي قُحَافَةَ أَنْ يُصَلِّيَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- متفقٌ عليه.

Dari Sahal bin Sa'ad As-Saidi ra, bahawasanya Rasulullah saw, menerima berita bahawa antara sesama keturunan 'Amr bin 'Auf itu terjadi suatu (perselisihan) antara mereka, lalu Rasulullah saw, keluar untuk mendamaikannya dan beliau disertai beberapa orang sahabatnya. Rasulullah saw, ditahan (oleh orang-orang yang didatanginya untuk diberi jamuan), sedangkan waktu shalat (Ashar) sudah masuk. Lalu Bilal mendatangi Abu Bakar ra, seraya berkata : "Wahai Abu Bakar, sesungguhnya Rasulullah saw tertahan, sedangkan waktu shalat sudah masuk. Apakah engkau dapat menjadi imam para manusia?" Abu Bakar menjawab : "Baiklah, kalau engkau menghendaki demikian." Bilal membaca iqamah dan majulah Abu Bakar, kemudian ia bertakbir untuk mengimami manusia. (Di tengah shalat) Rasulullah saw, datang berjalan di tengah2 shaf sehingga berdirilah beliau di suatu shaf. Orang-orang banyak mulai bertepuk tangan, sedangkan Abu Bakar tidak menoleh dalam shalatnya itu. Dan setelah para manusia makin banyak (yang bertepuk tangan), lalu Abu Bakar menoleh ke belakang, tiba-tiba Rasulullah saw berisyarat kepada Abu Bakar supaya shalat diteruskan (Abu bakar sebagai imamnya). Namun, setelah Abu Bakar mengangkat tangannya (untuk beri'tidal), lalu ia bertahmid kepada Allah terus kembali ke belakang perlahan-lahan sampai berada di belakang terus berdiri di jajaran shaf. Rasulullah saw lalu maju, kemudian mengerjakan shalat sebagai imam bagi para manusia. Setelah selesai, beliau saw, menghadap orang-orang itu lalu bersabda : "Wahai sekalian manusia, mengapa ketika terjadi sesuatu dalam shalat, lalu kalian bertepuk tangan? Sesungguhnya bertepuk tangan itu hanya untuk kaum wanita. Barangsiapa yang terjadi sesuatu dalam shalatnya, hendaklah mengucapkan: SUBHAANALLAAH, maka sesungguhnya tiada seorang pun yang mendengar Subhanallah diucapkan, melainkan ia tentu akan menoleh. Wahai Abu Bakar, apakah yang mencegahmu mengerjakan shalat sebagai imam bagi orang banyak, ketika saya berisyarat untuk meneruskannya?" Abu Bakar menjawab : Kiranya tidak pantas bagi anak Abu Quhafah untuk mengerjakan shalat sebagai imam di hadapan Rasulullah saw, (sedangkan Rasulullah sebagai makmumnya). (HR. Bukhari dan Muslim)